Menentukan 1 Ramadhan 1438 H

Mengikuti penampakan bulan baru, Ramadhan telah dikonfirmasikan akan dimulai pada tanggal 27 Mei 2017. Muhammadiyah telah mengkonfirmasikan hal itu, begitu pula dengan ormas-ormas lainnya serta berbagai macam aplikasi penanggalan digital juga telah mengkonfirmasikan hal yang sama. Tinggal menunggu Sidang Itsbat yang akan dilakukan Pemerintah, ormas islam, astronom dan para ahli ilmu falak yang ada di Indonesia untuk meresmikan jatuhnya 1 Ramadhan 1438 H.

Dengan niat yang tulus untuk menjalankan sunnahNya, hari ini saya menuliskan cara menentukan 1 Ramadhan 1438 H di dalam blog ini. Kegiatan yang memang biasanya saya lakukan kalo gak salah setiap tahunnya. Dan sungguh merupakan hal yang sangat menyenangkan dan menambah semangat saya dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1438 H ini.

Metode yang saya gunakan dalam penentuan awal Ramadhan 1438 H ini adalah metode Hisab dan juga mempertimbangkan Rukyat sebagai penentuan awal Ramadhan, yang disebut dengan Hisab Imkan Rukyat. Perhitungan Altitude, Azimuth dari Bulan dan Matahari menggunakan Software Accurate Times yang bisa diunduh gratis. Patokan koordinat tempat saya melakukan perhitungan adalah: 0º 05’ LS 109º 22’ BT.

Agar diketahui bersama, telah ada kesepakatan di sidang itsbat tentang penggunaan kriteria Hisab Imkan Rukyat dengan angka (2 – 3 – 8), yaitu :

  • Tinggi (Altitude) minimal 2 derajat (Minimal hilal bisa dilihat secara kasat mata);
  • Jarak bulan dan matahari minimal 3 derajat;
  • Umur bulan 8 jam.

Dan selain kesepakatan di atas, ada juga kriteria usulan dari Bapak T. Djamaluddin mengenai kriteria Hisab Imkan Rukyat, yaitu”

  • Beda tinggi minimal bulan dan matahari > 4 derajat;
  • Jarak sudut bulan-matahari > 6,4o.

Sebelum memulai saya akan menyajikan gambar penampakan pergerakan bulan di dunia pada tanggal 26 Mei 2017 sebagai langkah awal sebelum kita melakukan perhitungan lebih lanjut, dan hari ini adalah tanggal 29 Syaban 1438 H sebagai hari yang tepat untuk melakukan perhitungan.

Penampakan Pergerakan Bulan 26 Mei 2017

Dari gambar penampakan pergerakan bulan di atas (26 Mei 2017 saat Sunset) tampak bahwa bulan untuk wilayah Indonesia sudah di atas horizon dan dapat dilihat dengan mata telanjang. Lihat garis arsir warna magenta yang menunjukkan bahwa hilal sudah bisa dilihat dengan mata telanjang. Sehingga tanggal ini cocok untuk dijadikan tanggal untuk merukyat.

Untuk mengetahui posisi bulan pada tanggal 26 Mei 2017 bisa dilakukan dengan menggunakan Software Accurate Times dengan terlebih dahulu mengetahui kapan waktu Maghrib saat tanggal 26 Mei 2017 yang diketahui jatuh pada jam 17.43 WIB, sehingga diketahui:

  • Altitude Bulan : +07:47:42 = 7,795
  • Altitude Matahari : -00:49:58 = -0,832778
  • Azimuth Bulan : 287:58:19 = 
  • Azimuth Matahari : 291:11:43

Dengan data-data tersebut di atas, maka kita akan melakukan perhitungan:

Tinggi Bulan = 7,795

Beda Tinggi Bulan Matahari = 7,795 – (-0,832778) = 8,627778

Beda Azimuth Bulan Matahari = 291,1886 – 287,9719 = 3,2167

Jarak Bulan Matahari = akar (7,795^2 + 3,2167^2) = 8,4326

===

Sesuai dengan kriteria Hisab Imkan Rukyat (2 – 3 – 8):

Tinggi Bulan = 2

Pada tanggal 27 Mei 2017, tinggi bulan sudah mencapai 7,795 sehingga dengan melihat parameter tersebut dapat disimpulkan bahwa 26 Mei 2017 ba’da Maghrib sudah masuk tanggal 1 Ramadhan.

Jarak Bulan Matahari = 3

Pada tanggal 26 Mei 2017, jarak bulan matahari sudah mencapai 8,4326 sehingga parameter ini sudah bisa dinyatakan bahwa ba’da Maghrib sudah masuk 1 Ramadhan.

Umur Bulan = 8

Karena 2 parameter awal sudah menunjukkan bahwa ba’da Maghrib sudah masuk 1 Ramadhan, maka variabel ini tidak diperlukan.

===

Nah dari hasil tersebut tampak bahwa pada tanggal 26 Mei 2017 tepatnya saat Sunset alias saat masuk Maghrib adalah permulaan Ramadhan, sehingga pada tanggal 26 Mei 2017 (malam Sabtu) kita sudah mulai Tarawih, dan permulaan puasa adalah pada hari Sabtu, 27 Mei 2017.

Oh, ya sampai kelupaan, saya sekeluarga mengucapkan Mohon Maaf Lahir dan Bathin, semoga amal ibadah kita semua mendapat Ridho Allah SWT. Amiiin … 🙂

Bahan bacaan:

One thought to “Menentukan 1 Ramadhan 1438 H”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *