Hari Libur Bersama Anak

Setelah 4 hari berturut-turut tidak ada di rumah karena tugas pergi ke daerah pedalaman untuk menerangi kampung yang gelap, memerdekan mereka saudara-saudari kita di pedalaman dari penjajahan dalam kegelapan, akhirnya 3 hari libur ini mendapat tugas yang tidak kalah pentingnya untuk menjaga dan menemani krucil-krucil tercinta.

Kebetulan Istri mendapat tugas untuk mengikuti Camp English di kampus selama 3 hari sejak hari Sabtu hingga hari Senin ini. Jadwal bersepeda setiap libur pun harus dikesampingkan dulu, karena bagaimana pun keluarga adalah yang utama hehehe.

Menjaga dan menemani anak bukanlah hal yang bisa dibilang ringan, salut deh untuk para Ibu yang dengan sabarnya menjaga dan merawat anak-anaknya dengan sabar dan penuh kasih sayang. Saya sendiri ngos-ngosan juga menemani krucil-krucil yang saya sayangi yang penuh energi lari sana lari sini, ngoprek sana ngoprek sini, minta ini minta itu dan lain sebagainya.

Cape’, pasti dan itu adalah biasa, tanggung jawab hidup berkeluarga ya normatif begitulah adanya, sekarang saya sudah menjadi orang tua dan kepala rumah tangga dari 1 istri dan 2 krucil yang saya sayangi dan cintai setulus hati. Biar cape’ romantika bersama keluarga pasti membuat hati menjadi bahagia, walaupun diselingi sedikit suara agak keras, ngomel dan ketegasan yang sering membuat saya pada akhirnya meminta maaf pada krucil-krucil tercinta.

Tadi pagi saja, ada sedikit insiden kala krucil bungsu menumpahkan susu dari kotak susu kakaknya, yah, ini salah saya juga, si krucil bungsu meminta kepada saya untuk dibuatkan susu, namun karena saya agak lelet karena ada sedikit pekerjaan lain akhirnya si krucil bungsu mencoba membuat susu sendiri, jadinya ya susu berantakan di lantai.

Saya teringat dengan film tentang cara orang Korea dalam mendidik anaknya di Youtube beberapa hari sebelumnya, sayang saya lupa linknya. Sehingga saat si krucil bungsu menangis saat saya tegur maka saya langsung membawanya untuk kemudian saya hadapkan dia ke tembok hehehe. Jadi saat krucil bungsu nangis sejadi-jadinya, saya angkat dia untuk kemudian saya posisikan duduk menghadap tembok dengan pesan untuk tidak menghadap kemana-mana saat masih nangis. Alhasil krucil bungsu tambah kenceng nangisnya walaupun gak lama, karena pada akhirnya dia diem sendiri sambil menghadap ke tembok hehehe.

Namun tangisan si krucil bungsu ternyata membuat tantenya yang kebetulan rumahnya ada di sebelah rumah kami gak tega, dia pikir si krucil bungsu lagi diomelin saya, sehingga dia menelpon nenek (mertua saya) untuk menelpon saya dan menanyakan kenapa si krucil nangis? hehehe

Saking sayang dan gak teganya, mertua saya sampai datang ke rumah untuk melihat kondisi si krucil bungsu. Saya bilang ke beliau bahwa saya harus tegas terhadap anak-anak saya, kalo nangis manja tanpa alasan saya kasih hukuman duduk ngadep tembok dan gak boleh maen Tablet atau Smartphone. Orang tua saya gak pernah mukul saya, jadi gak mungkin dan Insya Allah saya gak akan mukul anak-anak saya, tapi setiap orang tua saya bicara (khususnya ibu) maka saya dan abang serta adik saya akan diam dan tunduk tak berdaya.

BTW, saya senang 3 hari ini full bermain bersama anak-anak 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *