Setting UFW di Ubuntu 18.04 LTS

Sesuai dengan namanya, UFW – Uncomplicated Firewall adalah sebuah aplikasi untuk mempermudah kita dalam melakukan konfigurasi Firewall yang pada umumnya menggunakan IPTABLES sebagai toolsnya. Saya sendiri kalo disuruh ngoprek langsung IPTABLES, maka saya langsung akan menjawab ogah ah hehehe, karena memang cukup sulit dan saya gak ngerti dan gak mau ribet untuk mengerti hehehe.

Nah untuk itu, biasanya untuk mengamankan server saya menggunakan fitur Firewall dari provider atau menggunakan tools Firewall dari OS yang kita gunakan. Nah karena saya menggunakan Ubuntu, maka saya menggunakan UFW sebagai tools Firewall untuk server saya.

Read More

OpenBSD Web Server, HTTPD dan CERTBOT

https://certbot.eff.org/

Malam ini saya mau nulis tentang OpenBSD Webserver, HTTPD dan CertBOT, yaitu cara membuat website yang kita miliki memiliki fitur SSL dengan memanfaatkan Free SSL dari Letsencrypt, sehingga jalur akses ke website kita berada pada tingkat security yang tinggi dengan SSL tersebut.

Sebelumnya saya telah mencoba banyak metode untuk mengaktifkan fitur SSL di OpenBSD, dan hasilnya banyak gagalnya hehehe, sampai akhirnya ternyata ada cara mudah untuk mengaktifkan fitur SSL ini hanya dengan beberapa perintah dan konfigurasi yang simpel.

Di artikel sebelumnya kita sudah tahu bagaimana mengaktifkan HTTPD untuk membuat Webserver, nah di artikel ini ada aplikasi bernama CertBOT. Aplikasi ini digunakan untuk merequest SSL Letsencrypt dengan cara yang sangat mudah dan gak bikin pusing kepala. Kita langsung mulai aja ya hehehe

Read More

HTTPD Virtualhost di OpenBSD 6.3

Assalammualaikum teman-teman semua, hari ini adalah hari ke 29 di bulan Ramadhan, Insya Allah ntar malem sudah malam takbiran, saya sendiri di rumah sudah mulai masak nih, barusan kelar bikin Sambel Godok, Ketupat dan Semur, sementara istri saya juga sudah menyelesaikan kerjaan bikin kue lapis legit … Alhamdulillah šŸ™‚

Nah, ngisi waktu menjelang berbuka, saya sempetin bikin lanjutan tulisan saya sebelumnya dengan judul HTTPD / PHP / MariaDB di OpenBSD 6.3. Tema kali ini adalah tentang membuat Virtualhost di HTTPD OpenBSD, caranya mudah sekali kok, dan file konfigurasi yang di edit pun hanya satu saja, jadi simpel banget, oh ya tambahan membuat direktori khusus untuk menaruh file-file web untuk Virtualhost yang kita buat.

Read More

HTTPD / PHP / MariaDB di OpenBSD 6.3

Ngisi waktu di bulan Ramadhan membuat saya melakukan hobby yang udah lama gak saya jalani yaitu ngoprek server. Nah, akhirnya OpenBSD 6.3 yang baru aja release akhir Maret kemaren pun menjadi bahan yang asyik untuk di oprek, minimal jadilah Webserver berbasis OpenBSD yang bisa saya gunakan untuk beberapa blog saya.

Hal pertama yang saya lakukan adalah mengedit file “/etc/installurl” yaitu file konfigurasi untuk menghandel mirror dari binary packages yang nantinya mau kita install. File tersebut saya isi dengan parameter server mirror sebagai berikut:

Read More

Allway Sync – Backup Data Dengan Mudah

Alhamdulillah, akhirnya MicroSD pesanan saya sampai juga kemarin. Saya order MicroSD Class 10 Turbo V-Gen dengan kapasitas 32 GB sebagai backup data saya biar gak menuhin Harddisk SSD yang ada di Laptop saya yang kapasitasnya hanya 128 GB.

Dan kemarin saya muter-muter di Google untuk mencari aplikasi di Windows yang bisa melakukan backup dengan mudah semua data saya, sehingga saya gak perlu susah-susahĀ copy danĀ paste satu-satu file yang ada di Harddisk saya ke media Backup eksternal selain Google Drive yang menjadi media backup utama saya.

Akhirnya saya menemukan software gratis bernama Allway Sync, dan Alhamdulillah memenuhi kriteria saya, selain ringan, aplikasi ini mampu melakukan Backup Data dengan sangat mudah. Aplikasi ini mampu mensinkronisasi data, baik ituĀ file maupunĀ folder, dan akan melakukanĀ pemeriksaan terlebih dahulu apakahĀ fileĀ ataupun folderĀ di media backup tujuan sudah ada apa belum, apakah ada perubahan ukuran atau tidak, untuk kemudian memilah file dan folder mana saja yang akan di sinkronisasi secara otomatis, sehingga apapun data yang ada di drive utama akan sama dengan atau tersinkronisasi dengan data yang ada di media backup, ya mirip Google Drive cara kerjanya, hanya saja ini dilakukan antar media penyimpanan secara offline.