Kabut Asap di Pontianak

  • July 20, 2018
  • Kurnia Ramadhan
  • blog

Sudah kurang lebih 2 minggu kota Pontianak tercinta tidak mendapat rejeki hujan dari Allah SWT. Udara panas dan kering bahkan terasa hingga malam hari. Dan yang menyedihkan, setiap musim kemarau yang panas dan kering ini, mulai deh orang-orang yang tidak bertanggung jawab membakar lahan mereka. Mulai dari pribadi atau golongan (biasanya sih suruhan perusahaan) membakar lahan mereka dengan niat untuk membuka lahan dengan cara mudah dan murah.

Musim Asap

Dampaknya sungguh luar biasa, 1 minggu terakhir, kami di Pontianak dan mungkin di Kalimantan Barat sudah mulai menikmati asap laknat yang ditimbulkan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. Saya, istri dan anak-anak mulai terkena dampaknya, setiap pagi setelah bangun tidur hidung kami sumbat dan meler sebagai dampak udara malam penuh asap yang kami hirup. Anak-anak kami mulai batuk-batuk karena menghirup udara kotor yang penuh debu jelaga hasil pembakaran.

Semoga yang berkepentingan segera bertindak dan menuntaskan bencana ini, hukum seberat-beratnya pelaku pembakaran lahan baik perorangan ataupun perusahaan, cabut izinnya sekalian jika memang yang melakukan pembakaran adalah perusahaan.

Semoga bencana asap ini segera usai, dan semoga Allah SWT mengaruniakan rejeki hujan lebat yang penuh rahmah kepada kita semua. Sehingga tanaman yang layu kembali segar, tanah yang kering dan berdebu kembali basah, air yang mulai payau kembali tawar, dan hewan-hewan dan kita semua kembali ceria.